Pages

Thursday, April 10, 2014

The Unfunniest Comedy - Wiwien Wintarto


The Unfunniest Comedy

Judul Novel: The Unfunniest Comedy
Penulis: Wiwien Wintarto
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2011
Jumlah halaman: 272 halaman
Blurb:

Hidup Bimo berubah drastis saat ia menjadi pelatih Teater Obah, ekskul teater di sebuah SMA di Semarang. Hari-harinya yang tenang berubah jadi superheboh bersama rombongan ABG yang ribut, ceriwis, doyan bercanda, dan cerewet minta ampun. Bimo pun jadi mirip monyet kesasar—pemuda yang terjebak masuk ke pergaulan anak-anak SMA.

Uniknya, ia bisa berteman akrab dengan mereka, terutama dengan Vian yang ayu tapi supertomboi. Bimo juga jadi “tempat sampah” alias tempat curhat para ABG itu. Masalah mereka biasanya berkisar tentang cinta. Lucunya, Bimo sendiri justru sedang tidak percaya pada cinta.

Di tengah perjuangan menegakkan eksistensi Ora Obah sebagai grup lawak pendatang baru yang potensial, pencarian semua orang berujung pada kesimpulan yang sama: cinta kadang-kadang bisa sangat tidak lucu...


REVIEW:
Kisah novel ini berada seputar kehidupan klub Teater Obah yang merupakan sebuah ekskul teater di salah satu SMA di Semarang.

Bimo-pelatih merangkap penulis naskah, manager dan pemain cadangan Teater Obah merupakan seorang pria berusia 23 tahun. Kadang merasakan kelucuan serta kegalauan dari pada anggota teater, ada masa lalu yang membuatnya bingung. Ada Vian- si cewek cute tapi dengan tingkah tomboinya(serta rambut pendek barunya), ada Rita-teman dekat Vian yang ayu nan jelita, ada Odi-si kocak nan asik yang terkenal sebagai salah satu orang yang naksir Vian, ada juga anggota lain yang sama gokilnya, yaitu Ardi, Nena dan Ruben.

Semua anak ABG itu kadang bikin Bimo merasa gap generasi tapi tak luput Bimo memberi dan menjadi saksi hidup para anak SMA itu, terutama masalah CINTA.

Bagaimana kelanjutan kisah mereka?

OPINI:
Tadinya saya gak terlalu berekspetasi banyak sama novel ini.. Apalagi, setelah sempat bosan dengan alur teenlit yang perlahan-lahan mulai membosankan bagi saya. Tapi novel ini bisa dibilang penyegar saya dalam membaca teenlit. Tidak ada adegan kayak si antagonis berkuasa dan menindas, pertengkaran konyol, atau hal-hal yang bikin saya kadang pengen menamatkan teenlit yang saya baca.

Novel ini segar, meski ada beberapa adegan yang terasa dipaksakan agar lucu, namun saya menikmati membaca novel ini. Bahasa penulisannya juga matang, gak kayak teenlit lainnya. Mungkin karena ini novel teenlit pertama sang penulis, Wiwien Wintarto yang sudah membuahkan 9 novel. Terutama umpatan yang ada malah lucu buat dibaca.

Covernya oke punya (by Fivi Fithrianty), apalagi Bimo kelihatan keren disitu, meski deskripsi karakternya dia gak cakep-cakep banget dan berkacamata bulat (mungkin waktu covernya dibuat, dia lagi lepas kacamata :p) Ceweknya juga, rambutnya panjangan. Mungkin ini dibuat beberapa saat dari novelnya, tapi bener covernya keren ;)

Masalah yang dihadirkan juga kocak kayak dagelan yang mereka sajikan ;) Saya suka dengan adegan romance yang gak terlalu berlebihan tapi tepat sasaran disini, juga terutama dengan tingkah-tingkah konyol nan lebay, tapi asyik dibaca oleh anak-anak Teater Obah. Agak disayangkan dengan karakter yang mudah berubah dari pada anak-anak teater, mungkin karena ceritanya masih remaja ya, jadi gak konsisten gitu sifatnya. Tapi saya suka semua karakternya kok. Semua karakter ditulis dengan membuat kita suka sama mereka semua.

4 balon buat novel ini


OL
Review ini diikutkan pada:

Indonesian Romance Reading Challenge 2014

New Authors Reading Challenge 2014


2 comments:

  1. selamat membaca! eh, udah ding ya... wkwk...

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah, penulisnya.. hahaha... makasih udah mampir :D

      Delete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...