Pages

Friday, August 21, 2015

11 Alasan Kenapa Saya Suka Critical Eleven - Ika Natassa

Aku lupa baca di mana, dalam dunia penerbangan ada yang namanya critical eleven. Sebelas menit yang paling kritis di dalam pesawat, yaitu 3 menit setelah take off dan 8 menit sebelum landing.
In a way, I think it's kind the same with meeting people.
(halaman 16) 

1. Judul
Jujur saja, judulnya unik, Critical Eleven. Kalau menurut penuturan penulisnya, ini adalah novel pertamanya yang dia mulai dari istilah yang dia dengar dari seorang teman. Menurut saya pribadi, judulnya memang unik dan bikin saya penasaran untuk membacanya. Padahal selama ini saya belum memiliki ketertarikan untuk membaca novel Mbak Ika yang sebelumnya. Dengan judul ini, Mbak Ika bisa menjalin sebuah cerita tentang Ale dan Anya.

2. Cerita dan Alasan
Dimulai dari sinopsis sampulnya yang menarik, penjelasan lanjutan dari judulnya, saya tertarik untuk membaca novel yang POnya langsung ludes dimana-mana ini. Pertama, saya mengira novel ini akan lebih menitik beratkan pada kisah mereka di pesawat. Ternyata tidak, hahaha. Kita dibawa untuk menjelajahi dunia Ale dan Anya lebih dalam daripada itu. Dimulai dari pertemuan mereka, dilanjutkan dengan kelanjutan hubungan mereka, hingga kerenggangan yang harus mereka alami karena suatu hal. 
Alasan kerenggangan mereka inilah yang saya kira akan menjadi pertanyaan besar di novel, ternyata tidak. Justru dari alasan itu, novel ini terbentuk menjadi sebuah kesatuan.

Wednesday, July 15, 2015

Above the Stars - D. Wijaya

Above the Stars
Judul Buku: Above the Stars
Penulis: D. Wijaya
Penerbit: Ice Cube
Jumlah halaman: viii+248 halaman
Terbit: Juni 2015 (cetakan pertama)
Sinopsis cover:
“Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.

Danny menggeleng.

“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”


Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.
Review:

William Anderson, adalah seorang murid pindahan baru di Warren High School dan seseorang yang memiliki prinsip bahwa hidup ini harus dinikmati sesuai keinginan karena hanya sekali dijalani. Namun, prinsip Will ini sering kali disalahartikan oleh banyak orang terutama guru dan ayahnya. Dia sering kali ditegur karena terkenal sebagai pembuat onar di sekolahnya yang lama. Maka, bisa jadi bila dia tidak pindah ke sekolahnya yang baru karena ayahnya yang pindah karena mendapat promosi kerja, dia akan dikeluarkan karena kelakuannya. Will sampai harus berjanji pada ayahnya bahwa dia tidak akan berbuat nakal di sekolah barunya lagi,

Di hari pertamanya sekolah, Will hendak menyapa anak laki-laki yang duduk disampingnya, namun ketika sudah mengulurkan tangannya, temannya itu tidak memberikan respon. Beberapa teman melihat itu dan tertawa. Sang anak laki-laki pun baru membalas ketika seorang anak perempuan memberitahu bahwa dia disapa. Belakangan, Will pun menyadari, anak itu- Danny Anderson- tidak bisa melihat.

Tapi alih-alih menjauhi Danny setelah mengetahui hal itu, Will malah makin tertarik pada dunia Danny. Dia pun mulai mendekati dan berteman dengan Danny serta teman Danny sejak kecil, Mia Berry, yang kadang merasa Will kadang hanya mempermainkan Danny.

"Kau tahu, manusia itu bisa diibaratkan sebuah pohon."
"Kita tumbuh tinggi, begitu juga dengan pohon. Kita membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup, begitu juga pohon membutuhkan daun-daun untuk bertahan hidup." (halaman 33)

Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka?

Friday, May 22, 2015

Wedding Rush - Jenny Thalia Faurine

Judul Buku: Wedding Rush
Penulis:  Jenny Thalia Faurine
Penerbit: PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2015
Jumlah Halaman: 330 halaman

"Gue nggak nyuruh lo jadi pecandu kopi, oke? Gue cuma mau lo yang nantinya terbiasa ngopi, nantinya juga pasti lo terbiasa untuk melangkah maju dan move on. Move on bukan berarti kenangan yang lalu itu hilang dan lo lupa semua kejadian yang lalu. Move on itu tentang... melepaskan secara bertahap." (halaman 90)

Sejak masa awal kuliah, Rajata, Resita, Daka, dan Padma adalah 4 sahabat yang tidak bisa dilepaskan satu sama lain sampai mereka lulus, bahkan bekerja. Namun tanpa disadari ada sesuatu dibalik hubungan mereka. Cinta.

Padma menyukai Rajata. Namun, disaat dia baru menyadari hal ini, dia pun ikut menyadari bahwa ada pandangan lain dari Rajata saat menatap Resita. Begitu pula sebaliknya. Padma tahu, Rajata dan Resita saling menyukai satu sama lain. 

Patah hati, akhirnya setelah menyatakan perasaannya dia segera meminta agar Rajata cepat-cepat menikahi Resita. Kemudian, dia sendiri pergi tanpa kabar. Meninggalkan semuanya. Kariernya sebagai artis, keluarganya, dan ketiga sahabatnya.

Monday, April 13, 2015

Selamat Berusia 4 Tahun BBI!


Fuwahh..
Tidak terasa ya BBI sudah menginjak usia 4 tahun…
Kalau tidak salah saya dulu bergabung ketika ulang tahun Bebi yang kedua. Berarti sudah 2 tahun lamanya, saya bergabung dalam keluarga BBI =w= Sungguh tidak terasa cepatnya waktu berlalu..

Thursday, April 9, 2015

Kata Kota Kita: Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project

Judul: Kata Kota Kita: Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project 
Penulis: 17 Penulis Gramedia Writing Project Batch 1
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 272 halaman
Tahun Terbit: 2015 (cetakan pertama)
Sinopsis Cover:
Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia. Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor. Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.
 Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project batch 1

Apa kalian semua mengenal apa itu GWP? Nah bagi yang belum tahu, sebelum saya memulai review saya, kalian bisa mengeceknya di gwp.co.id. GWP sendiri merupakan kepanjangan dari Gramedia Writing Project yang merupakan seleksi pencarian penulis oleh penerbit Gramedia. Dari sini, penulis yang terpilih dapat menerbitkan bukunya. Beberapa karya hasil dari GWP sudah diterbitkan, dan Kata Kota Kita adalah salah satunya.

Kata Kota Kita memuat 17 cerita pendek (cerpen) yang membawa kita ke kisah dari masing-masing tempat. Saya cukup senang ketika mendapatkan kesempatan untuk membaca kumcer ini, dan ternyata saya bisa dibawa untuk menjelajahi ketujuh belas kisah dengan cepat. Saya tidak menyangka ketika sudah tiba di akhir kisah :)

Berikut opini singkat saya akan 17 kisah pada buku ini...


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...