Pages

Wednesday, July 15, 2015

Above the Stars - D. Wijaya

Above the Stars
Judul Buku: Above the Stars
Penulis: D. Wijaya
Penerbit: Ice Cube
Jumlah halaman: viii+248 halaman
Terbit: Juni 2015 (cetakan pertama)
Sinopsis cover:
“Kau tidak takut jatuh?” tanya Mia.

Danny menggeleng.

“Aku takut jatuh,” aku Mia dengan polos. “Kalau kau takut apa?”

Danny tidak langsung menjawab. Ia juga tidak menolakkan kaki ke tanah lagi untuk menambah kecepatan ayunan. Senyuman di wajahnya perlahan-lahan memudar. “Aku takut tidak bisa melihat selamanya.”


Menurut Danny Jameson, hidupnya tidak pernah mudah. Ia punya orangtua yang protektif, mesin tik Braille yang tidak dimiliki teman-temannya, dan semacam magnet yang menarik John Schueller untuk terus mengganggunya. Namun, yang paling buruk adalah ia punya sepasang mata biru yang tidak bisa melihat. Ketika Danny berpikir Mia Berry akan menjadi satu-satunya teman yang ia punya, Will Anderson datang dan mengubah hidupnya. Will memperlihatkan kepadanya dunia yang ingin ia lihat. Will juga membuat Danny mempertanyakan sesuatu tentang dirinya. Tapi, sebelum Danny sempat menemukan jawabannya, Will menghilang.
Review:

William Anderson, adalah seorang murid pindahan baru di Warren High School dan seseorang yang memiliki prinsip bahwa hidup ini harus dinikmati sesuai keinginan karena hanya sekali dijalani. Namun, prinsip Will ini sering kali disalahartikan oleh banyak orang terutama guru dan ayahnya. Dia sering kali ditegur karena terkenal sebagai pembuat onar di sekolahnya yang lama. Maka, bisa jadi bila dia tidak pindah ke sekolahnya yang baru karena ayahnya yang pindah karena mendapat promosi kerja, dia akan dikeluarkan karena kelakuannya. Will sampai harus berjanji pada ayahnya bahwa dia tidak akan berbuat nakal di sekolah barunya lagi,

Di hari pertamanya sekolah, Will hendak menyapa anak laki-laki yang duduk disampingnya, namun ketika sudah mengulurkan tangannya, temannya itu tidak memberikan respon. Beberapa teman melihat itu dan tertawa. Sang anak laki-laki pun baru membalas ketika seorang anak perempuan memberitahu bahwa dia disapa. Belakangan, Will pun menyadari, anak itu- Danny Anderson- tidak bisa melihat.

Tapi alih-alih menjauhi Danny setelah mengetahui hal itu, Will malah makin tertarik pada dunia Danny. Dia pun mulai mendekati dan berteman dengan Danny serta teman Danny sejak kecil, Mia Berry, yang kadang merasa Will kadang hanya mempermainkan Danny.

"Kau tahu, manusia itu bisa diibaratkan sebuah pohon."
"Kita tumbuh tinggi, begitu juga dengan pohon. Kita membutuhkan orang lain untuk bertahan hidup, begitu juga pohon membutuhkan daun-daun untuk bertahan hidup." (halaman 33)

Bagaimanakah kelanjutan hubungan mereka?


Source: here; edited by me

Sebelumnya terima kasih banyak karena bisa dapat keberuntungan kesempatan buat baca novel yang menjadi salah satu pemenang di lomba Young Adult Realistic Novel (YARN) yang diadakan penerbit Ice Cube. Novel ini juga menjadi novel pertama bagi D. Wijaya. Great job!

Pertama, dengan berat hati saya katakan bahwa saya sempat membaca beberapa ulasan di Goodreads yang bikin salah satu efek kejut novel ini saya ketahui. Sebetulnya banyak juga sih yang bilang kalau dengan baca sinopsis sampul sudah ketebak, tapi saya tetap saja tidak nebak sampai baca review di Goodreads. Makanya saya usahakan review saya tidak mengulas hal utama itu . Kalau ingin segar bacanya tanpa imajinasi setelah baca review saya sarankan sih hati-hati baca review yang ada. Padahal kalian juga lagi baca review ini.

Tapi, sebetulnya kalau udah baca juga tak apa, karena akan bikin penasaran. Hal itu terjadi pada saya yang belum pernah baca buku sejenis ini dan penasaran ingin coba baca. Ide ceritanya lumayan unik dan jarang ada dari yang saya tahu selama ini. Well, banyak juga sih yang bilang kalau novel ini sedikit banyak mirip dengan film "The Way He Looks", dimana sang penulis sendiri berkata dia juga baru tahu lalu menonton dan mengakui banyaknya kemiripan. Saya sendiri juga belum menonton film itu, jadi tidak bisa membandingkan. Hohoho.

Kalau kamu peka dan sering baca, akan ada beberapa kalimat petunjuk rapi yang akan membawa kamu kepada sebuah dugaan endingnya. Saya sarankan sih tidak usah cari biar twisted nantinya. /plak

Gaya penulisan novel ini juga unik dan bakal bikin orang yang kurang tahu bakal mengira bahwa novel ini adalah novel terjemahan. Yup. Gaya bahasa dan latar cerita dari novel ini serta tokoh-tokoh yang ada, mengambil latar luar negeri.

Tokoh-tokohnya rasanya bisa digali lebih dalam lagi (a.k.a novelnya kurang banyak). Saya suka hampir semua tokoh. Walau di pertengahan cerita rasanya saya kurang bersimpati dan menganggap Danny egois dan malah bersimpati pada orangtuanya. Saya juga suka dengan Will dimana karakternya yang sekarang memang bisa membuat orang suka dengannya.

Untuk kelancaran ceritanya, saya suka dengan penulisannya yang lancar dan membuat saya bisa melahap cerita dengan cepat. Saya hanya membutuhkan 1-4 kali untuk duduk dan membaca hingga akhirnya selesai.. Jadi sediakan waktu dan buku ini cocok buat kamu baca dalam sekali baca ;)
Tema yang diangkat juga mengangkat banyak elemen. Mulai dari pertemanan, keluarga, dan banyak lagi. Serta konflik yang disajikan juga terjalin dengan rapi dan baik, membuat pembaca tergugah dibeberapa konflik di dunia Will dan Danny ini.


Saya suka elemen-elemen novel ini, walau beberapa lebih diberikan fokus, cerita bisa diekspor lebih lanjut. Terlebih saya paling suka dengan bintang, daun sweet gum (yang tadinya saya penasaran dan ternyata ini daun seperti disampinng, dan gambarnya ada di awal setiap bab. Saya juga suka kisah saat Will dan Danny membolos sekolah ;)

 4 bintang buat novel ini

One word for this novel: YOLO (walau tidak ada disinggung di novel, tapi saya rasa ini prinsip Will dalam dunia sekarang ini)



Kutipan:
  • "Kau tidak perlu malu hanya karena meminta sedikit bantuan." (halaman 31)
  •  Bagiku, "dulu" adalah kata yang dipakai sebagai pengantar untuk menjelaskan bahwa sekarang keadaan sudah berubah. (halaman 107)
  • "... Aku muak dengan orang-orang yang menganggap mereka lebih tahu apa yang baik untukku daripada aku sendiri..." (halaman 163)
  • "...Terkadang Tuhan memang suka bikin drama." (halaman 185)

P.S: Saya penasaran apa Danny tidak menggunakan "hukuman apa sajanya" untuk Will saat Will membujuknya saat mengabulkan salah satu permintaan Danny? Apa saya lupa ya? Hahaha


 

No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...