Pages

Thursday, April 9, 2015

Kata Kota Kita: Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project

Judul: Kata Kota Kita: Kumpulan Cerpen Gramedia Writing Project 
Penulis: 17 Penulis Gramedia Writing Project Batch 1
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah Halaman: 272 halaman
Tahun Terbit: 2015 (cetakan pertama)
Sinopsis Cover:
Dalam Kata Kota Kita, kita dibawa singgah dari Central Park di New York, purnama di Ankara, kemacetan di Jakarta, hingga indahnya Pantai Ora di Ambon. Dan seusai penjelajahan, kita dibuat tersenyum dan menyadari betapa kayanya kita sebagai manusia. Kota-kota dalam kumpulan cerpen ini memberikan suaranya, menguarkan aroma, dan menunjukkan pemandangan yang ditulis dengan beragam tema, ditulis dengan beraneka gaya, mulai dari yang lincah ala MetroPop hingga mencekam ala novel horor. Tujuh belas cerpen mengenai kota-kota yang berbeda ini menyajikan senyap dan riuh, tawa dan tangis, cinta dan kehilangan… Dan pada akhirnya membawa kita menuju kota yang menjadi tujuan pulang.
 Para penulis adalah penulis yang terpilih dari Gramedia Writing Project batch 1

Apa kalian semua mengenal apa itu GWP? Nah bagi yang belum tahu, sebelum saya memulai review saya, kalian bisa mengeceknya di gwp.co.id. GWP sendiri merupakan kepanjangan dari Gramedia Writing Project yang merupakan seleksi pencarian penulis oleh penerbit Gramedia. Dari sini, penulis yang terpilih dapat menerbitkan bukunya. Beberapa karya hasil dari GWP sudah diterbitkan, dan Kata Kota Kita adalah salah satunya.

Kata Kota Kita memuat 17 cerita pendek (cerpen) yang membawa kita ke kisah dari masing-masing tempat. Saya cukup senang ketika mendapatkan kesempatan untuk membaca kumcer ini, dan ternyata saya bisa dibawa untuk menjelajahi ketujuh belas kisah dengan cepat. Saya tidak menyangka ketika sudah tiba di akhir kisah :)

Berikut opini singkat saya akan 17 kisah pada buku ini...


1.  Ora (Ayu Rianna)
Dengan membaca ini, saya dibawa ke Pantai Ora serta menyaksikan keindahannya. Ceritanya sendiri lumayan klasik, namun endingnya cukup membuat saya mendecakan lidah (dalam arti bagus ;))

2. Berlari ke Pulau Dewata (Cindy Pricilla)
Sama seperti cerita sebelumnya, kali ini saya bisa merasakan keindahan Bali. Sayang, saya merasa idenya kurang matang ditambah penyelesaiannya kurang masuk akal saya. Tapi, saya suka nilai ceritanya.

3. Ditelan Kerumunan (Djan Fraumi)
Suka idenya tentang bus kota. Menurut saya simple tapi dalam. Namun, saya kurang bisa memahami tokoh Lindung. Saya malah merasakan keberadaannya tidak diperlukan karena tidak membawa perubahan berarti (apa ini menurut saya saja?) Gilang sangat manusiawi, umumnya tokoh yang begini harusnya dibenci, tapi saya suka Gilang, rasanya keberadaannya mewakili keadaan beberapa orang, hahaha.

4. Cinta dan Secangkir Cokelat Hangat (Dwi Ratih Ramadhany)
Termasuk ide cerita yang saya suka, ringan. Sempat penasaran dan bertanya-tanya akan siapa sosok "aku" Sayang penyelesaiannya bikin kesel campur sedih :")

5. "Let the Good Times Roll!" (Emba Eff)
Mengangkat tema keluarga yang cukup umum. Tapi saya suka. Kita bisa dibawa ke keramaian New Orleans dengan baik. Apalagi pesan ceritanya cukup dalam. Btw, saya merasa judulnya kurang cocok dengan ceritanya..

6. Sparks (Emilya Kusnadi)
Cerita yang super romantis! *silently-screaming
Hanya sayang saja penyelesaiannya tidak cocok dengan saya :'( Seperti kata Ayuna sendiri, klise.

7. Mamon, Cintaku Padamu (Idawati Zhang)
Salah satu cerita yang menarik dan disaat  bersamaan kejam /plak
Ceritanya sendiri membuat saya penasaran dan tidak gampang ditebak. Hanya penyelesaiannya membuat hati miris.

8. Sunflower (Lidya Renny Chrisnawaty)
The endingggg.... Sangat tak terduga orz
Masuk dalam cerita yang saya suka juga. Penulisnya bisa memainkan kata-kata.. Dari awal cerita simple tapi bikin ketagihan.  Apalagi endingnya itu..Hohoho

Source: here, edit by me
9. Frau Traffea (Lily Marlina)
Jujur, awalnya agak bingung sama ceritanya. Termasuk kedalam cerita yang bisa bikin saya merinding, hahaha...

10. Asing (Marisa Jaya)
Alurnya cepat (atau saya yang cepat bacanya?) Awal yang damai dan akhirnya yang tak terduga. Hanya saya merasa kota Milan tidak banyak terekspos di cerita ini.

11. Bukan Sebuah Penyesalan (Orintha Lee)
Saya suka bagaimana penulis menceritakan "kamu" saya suka penggunaan sudut pandangnya :)
Hanya ceritanya cukup klasik.

12. Pohon dan Cinta (Putra Zaman)
Ada juga cerita tentang mitos :) Penyelesaiannya agak miris dan manis.

13. Di Balik Tirai Rindu (Rizky Noviayanti)
Fufufu.. Tipe cerita ini... Tetap saja bikin saya tidak menduga akhir ceritanya hingga hampir akhir cerita.

14. Bulungan (Tj.Oetoro)
Penempatan ceritanya mesti diubah menurut saya, karena tipenya sama kayak cerita sebelumnya. Tapi ini merupakan salah satu cerita yang saya suka. Nilai cerita dapat dan tema cerita saya suka :)

15. Ankara di Bawah Purnama (Tsaki Daruchi)
Termasuk kedalam cerita yang saya tidak bisa duga. Saya suka pengibaratannya. Endingnya miris juga membuat hati sedih.

16. Jakarta (Yatzhiar Nao)
Ceritanya klasik dan saya rasa kurang dibangun dengan baik. Tapi saya suka dengan endingnya yang manis.

17. Amerta (Yuliskha Elvitri)
Salah satu cerpen yang bikin kita menduga-duga, tapi untuk saya, dugaan saya salah.. hahaha

Sungguh menyenangkan bisa dapat kesempatan untuk membaca kumpulan cerpen ini. Semoga saja untuk kedepannya GWP bisa menghasilkan karya-karya lain yang menarik untuk dibaca ;)

4 bintang untuk kumpulan kisah di berbagai kota ini


No comments:

Post a Comment

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...