Pages

Sunday, June 15, 2014

Girls in the Dark - Akiyoshi Rikako

Girls in the DarkJudul Buku: Girls in the Dark
Penulis: Akiyoshi Rikako
Penerjemah: Andry Setiawan
Penerbit: Penerbit Haru
Terbit: Mei 2014 (cetakan 1)
Jumlah halaman: 279 halaman
ISBN: 978-602-7742-31-4










Saat melihat novel ini diterbitkan oleh Penerbit Haru, saya lumayan tertarik dengan sinopsis covernya. Klub Sastra. Kematian ketua yang misterius. Pertemuan anggota klub dimana mereka diduga sebagai pelaku pembunuhan. Saya pun mencoba satu kali mengikuti lomba share di FB Penerbit Haru, sayang belum berhasil. Mumpung liburan, saya pun mendahulukan membelinya di bukabuku.com dan ternyata mendapatkan edisi tanda tangan dari Akiyoshi-sensei! Yey!


Novel ini sendiri diawali dengan sambutan oleh ketua Klub Sastra  SMA Putri Santa Maria yang baru, Simikawa Sayuri, dalam acara tahunan klub mereka, yakni tradisi Yami-nabe.

Tradisi ini sendiri mengharuskan semua peserta (dalam hal ini anggota Klub Sastra) untuk membawa suatu benda yang nantinya dituangkan kedalam sebuah panci oleh sang pelayan panci (dalam hal ini Samikawa Sayuri) dan dimakan dalam kegelapan. Benda selain makanan diperbolehkan, asalkan higienis. Masing-masing peserta harus merahasiakan benda apa yang dibawa dari peserta lain. Nantinya sesuai giliran, mereka masing-masing akan mengambil satu bahan yang ada dalam panci dan memakanya hingga habis. Jika belum habis, tidak diperkenankan untuk mengambil bahan lainnya. Acara ditutup dengan hidangan penutup dari ketua Klub Sastra.

Selain harus menghabiskan bahan yang tidak mereka ketahui dalam kegelapan, mereka juga akan membacakan tulisan mereka pada anggota lainnya yang sedang menghabiskan bahan yang mereka ambil. Dari sini, diharapkan indra para anggota semakin terasah dengan tidak adanya penglihatan.

Untuk tema sendiri, khusus tahun ini, diangkat satu tema khusus, yakni membahas kematian Ketua Klub Sastra mereka terdahulu, yakni, Shiraishi Itsumi. Ketua klub sastra terdahulu yang cantik dan hampir bisa dibilang sempurna ini ditemukan tergeletak dengan penuh darah di sekolah dengan menggenggam setangkai bunga lily, seminggu sebelumnya.

Maka dimulailah acara pertemuan mereka. Satu demi satu, tulisan dari para anggota Klub Sastra dibacakan. Para anggota sendiri terdiri dari: Nitani Mirei -sang penerima beasiswa, Kominami Akane -sang pembuat kudapan barat handal, Diana Detcheva -sang murid pindahan luar negeri, Koga Sonoko -sang teman sekelas Itsumi, dan Takaoka Shiyo -sang penulis novel muda kenamaan. 

Namun, tulisan yang para anggota buat ternyata merupakan analisis mengenai pelaku pembunuhan sang ketua terdahulu, Shiraishi Itsumi.

Harus saya akui, novel ini mengundang rasa penasaran saya akan penyelesaian kasus kematian Shiraishi Itsumi. Satu analisis dibacakan, saya mulai mengenal  kehidupan Shiraishi Itsumi yang merupakan putri pengelola SMA Putri Santa Maria, sehingga sosoknya sendiri disegani. Kecantikannya, prestasi, dan pengarunya membuat Shiraishi menjadi putri yang sempurna. Namun, ketika cerita-cerita lain dibacakan, benang kusut akan cerita satu dan lainnya mulai terbentuk. Analisa satu dan lainnya bertumpukan dan tidak sesuai. Hal ini mengundang rasa tanya, namun disaat yang sama saya tidak ingin pertemuan Yami-nabe mereka habis.

Akhir cerita ini bagi saya sendiri tidak terlalu membuat saya tercengang, tapi juga saya tidak duga. Akiyoshi-sensei berhasil membuat suatu kebenaran yang tidak saya duga-duga dari masing-masing tulisan para anggota. Saya sangat menikmati setiap tulisan anggota dan kadang amat menyangkan saat saya mau menamatkan buku ini.

Sudut pandang tiap bab dalam buku ini berbeda-beda, sesuai tata acara, baik sambutan maupun pembacaan tulisan. Membuat kita setiap membaca bab baru, dapat mempelajari kejadian yang ada dari sudut pandang anggota-anggota klub sastra secara berlainan. 

Cover novel ini sangat bagus oleh Kana Otsuki.. Saya kadang takut untuk melihatnya lama-lama karena ia membuat cover begitu "hidup" (terutama dengan matanya) dan mungkin mendorong saya membeli novel ini.. hahaha.. 

Good job! Saya menunggu novel lain, sejenis ini dari Penerbit Haru untuk diterbitkan! *eh*

4 setengah balon saya berikan untuk bunga lily


4 comments:

  1. Replies
    1. Hemm, agak susah. Romancenya ada.. cuma sedikit sekalii
      Tapi tidak mengurangi antusiasme baca kok. Kamu bisa coba baca ;)

      Delete
  2. Sekolah khusus perempuan, sering bgt jdi latar cerita horor. Knp y? Hehe... Asal nanya aj koq^-^ penasaran sm novelnya. Baru tw klo di ind ada jual novel jepang. Tw nya komik doank... He

    ReplyDelete
  3. Sekolah khusus perempuan, sering bgt jdi latar cerita horor. Knp y? Hehe... Asal nanya aj koq^-^ penasaran sm novelnya. Baru tw klo di ind ada jual novel jepang. Tw nya komik doank... He

    ReplyDelete

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...